Rabu, 24 Februari 2021

Rasa Sakit Pada Tenggorokan, Waspadai Gejala Radang Amandel

Gejala Amandel

Umumnya, penyakit radang amandel atau yang biasa disebut dengan tonsil atau tonsilitis ini dialami oleh anak pada usia 3 hingga 7 tahun. Namun tidak jarang juga dapat terjadi pada orang-orang dewasa. Organ tubuh manusia yang berada di tenggorokan ini memiliki fungsi agar mencegah infeksi, terlebih pada anak-anak. Untuk mewaspadai, simak gejala serta penyebab tonsilitis bisa terjadi.

Gejala Adanya Peradangan Pada Dua Kelenjar Kecil di Tenggorokan

Pada dasarnya penyakit yang menyerang anak kecil ini dapat pulih dengan jangka waktu kisaran 3 hingga 4 hari lamanya. Gejala yang biasanya dialami yaitu seperti mual-mual, batuk, merasakan sakit kepala, demam dan pastinya juga ada sakit serta tidak nyaman yang timbul pada daerah tenggorokan.

Gejala lainnya yang terkadang bisa dialami oleh anak-anak juga adanya penolakan pada makanan, atau kurangnya nafsu makan. Selain itu juga adanya tingkat frekuensi mengeluarkan air liur secara terus-menerus. Serta rasa sakit pada tenggorokan ketika sedang menelan makanan.

Pada gejala peradangan yang sudah parah, terkadang pembengkakan pada tonsil ini juga dapat menutupi jalan napas. Sehingga dapat menyulitkan penderitanya untuk bernapas. Jika sudah sampai kepada tahap ini, sebaiknya langsung melakukan tindak lanjut dengan datang ke dokter umum atau rumah sakit terdekat.

Apabila anda berhalangan untuk langsung pergi ke dokter, anda bisa melakukan konsultasi mengenai radang amandel ini melalui website atau aplikasi halodoc. Sebuah platform yang memfasilitasi untuk adanya interaksi yang terjadi antara dokter dengan pengguna. Tentunya hal ini memberikan kemudahan bagi anda untuk dapat berkonsultasi kepada dokter kapan saja.

Penyebab Terjadinya Peradangan

Tentunya setiap penyakit yang datang memiliki berbagai penyebab yang terkadang tidak disadari oleh diri sendiri. Begitu pula dengan peradangan ini, terdapat beberapa penyebab diantaranya yaitu ada virus yang menyerang, seperti influenza, adenovirus, Epstein-Barr, serta herpes. Apabila disebabkan oleh virus, peradangan ini bisa hilang kisaran waktu 10 hari.

Untuk bisa mengobati peradangan yang diakibatkan oleh virus, anda bisa konsumsi banyak cairan. Serta anda bisa melakukan kumur-kumur menggunakan obat kumur yang tersedia di apotek. Jika hal ini menyerang anak, anda bisa memberikan makanan yang bergizi serta menyuruh anak untuk lebih banyak minum agar daya tahan tubuhnya meningkat.

Selanjutnya penyebab terjadinya peradangan di dua kelenjar kecil ini bisa juga disebabkan oleh alergi, debu serta polusi. Yang mana hal ini tentu dapat menyebabkan terjadinya iritasi serta peradangan di bagian tenggorokan. Dengan begitu maka tentu saja akan memicu peradangan pada saluran pernapasan, paru-paru serta kerongkongan yang bisa menyebabkan amandel bengkak atau meradang.

Kemudian bisa juga diakibatkan oleh radang tenggorokan. Radang tenggorokan merupakan penyakit yang dapat menyebabkan peradangan. Ciri-ciri apabila terjadinya pembengkakan pada tonsil yang diakibatkan oleh radang tenggorokan, yaitu anda akan merasa sulit untuk menelan. Serta kesulitan saat hendak membuka mulut, dan adanya aroma dari mulut yang tentunya sangat tidak sedap. 

Jika hal ini terjadi maka ada baiknya untuk dapat segera diobati sebelum infeksi akan semakin parah nantinya. Penanganan yang dapat dilakukan apabila terjadi pada anak-anak, disarankan untuk langsung pergi ke dokter. Bisa juga dengan mengkonsumsi antibiotik sesuai dengan takaran yang telah dianjurkan.

Pengobatan yang Dapat Anda Lakukan

Pada proses pengobatannya, penyakit radang amandel ini dapat diobati tergantung dengan penyebabnya. Apabila disebabkan oleh infeksi virus, maka anda harus melawan sendiri virus tersebut. Pastinya dengan cara konsumsi vitamin serta air minum yang banyak untuk dapat meningkatkan daya tahan tubuh anda.

Jika bukan dikarenakan virus, anda bisa melakukan beberapa pengobatan. Diantaranya yaitu beristirahat yang cukup. Apabila anda sebelumnya melakukan aktivitas atau rutinitas yang padat, sebaiknya anda melakukan istirahat dirumah. Hal ini bertujuan agar performa tubuh anda bisa pulih kembali dengan keadaan yang lebih kuat dan sehat.

Pengobatan selanjutnya yaitu anda bisa konsumsi makan-makanan yang halus serta lembut. Dikarenakan mengalami tenggorokan yang sakit, maka dengan mengkonsumsi makanan lembut akan membantu anda pada saat menelan, agar tenggorokan anda tidak terlalu merasakan sakit yang berlebih.

Mungkin anda tidak asing lagi dengan pengobatan yang satu ini. Yaitu berkumur dengan air garam. Pengobatan ini sering kali dilakukan selain mengatasi radang amandel, juga biasanya dilakukan pada saat mengalami sakit gigi yang berlebih. Manfaatnya agar bisa mengurangi nyeri serta rasa sakit yang dialami.

Pengobatan terakhir yaitu anda bisa konsumsi obat seperti paracetamol atau obat ibuprofen. Kedua obat ini tentunya memiliki khasiat sebagai pereda nyeri serta demam yang terkadang juga dialami oleh penderita peradangan pada tonsil. Anda bisa dengan mudah mendapatkan obat ini di apotek terdekat. Perlu diingat untuk memperhatikan dosis serta takaran pemakaian agar tidak terjadi overdosis.

Demikian beberapa ulasan mengenai peradangan tonsil. Mulai dari pengertian, penyebab hingga cara pengobatan. Yang mana hal ini bertujuan agar anda bisa memahami cara penanganan apabila anda atau orang terdekat sedang mengalami peradangan pada dua kelenjar yang berada di area tenggorokan ini.

 

Kamis, 18 Februari 2021

8 Hal Baik untuk Kesehatan Jantung

 

Kesehatan Jantung

Jantung merupakan salah satu organ vital yang berperan penting dalam memompa darah ke seluruh tubuh untuk menunjang kelangsungan manusia hidup. Oleh karena itu, ada baiknya jantung dipelihara dengan baik agar terhindar dari penyakit. Salah satu penyakit yang menjadi momok bagi masyarakat adalah penyakit jantung karena penyakit tidak menular ini kerap muncul tiba-tiba dan merenggut nyawa penderitanya. Selain memproteksi diri dengan asuransi penyakit kritis atau dikenal juga dengan sebutan Critical Illness Insurance, tidak ada salahnya Anda juga melakukan 8 hal baik ini untuk menjaga kesehatan jantung.


Apa saja itu? Simak penjelasannya di bawah ini.


1.       Mengonsumsi berbagai makanan yang baik

Salah satu cara untuk menjaga kesehatan jantung yakni mengonsumsi berbagai makanan baik seperti karbohidat kompleks, lemak sehat, serta buah dan sayur. Sebaiknya, semua panganan ini ada di setiap menu makan setiap hari Anda. Ganti juga penggunaan asupan garam dan penyedap rasa ke dalam tubuh dengan rempah alami.


2.       Aktif bergerak

Dengan aktif bergerak, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan kelebihan berat badan bisa dicegah. Tak perlu muluk-muluk, sebab, Anda bisa memulainya dengan berjalan kaki santai 30 menit setiap harinya. Jika sekarang masih dalam kondisi work from home, kurangi duduk di depan layar komputer tanpa jeda. Usahakan mengambil istirahat seperti berjalan mengitari rumah selama beberapa menit.


3.       Hindari merokok

Menurut Kompas.com, perokok aktif dan pasif sama-sama berisiko mengidap penyakit jantung. Makanya, para perokok aktif disarankan untuk meminta bantuan dari tenaga ahli agar dapat berhenti merokok secepat mungkin. Perokok pasif juga harus segera membiasakan diri untuk menjauhi asap rokok yang diembuskan oleh perokok aktif.


4.       Kurangi konsumsi lemak jenuh

Ternyata, mengonsumsi lemak tak jenuh bisa meningkatkan kolesterol dalam darah. Jenis lemak ini bisa Anda temukan pada daging merah, kulit ayam, makanan olahan, makanan yang digoreng, margarin, serta produk susu kaya lemak.


5.       Mengontrol tekanan darah

Ternyata, mencegah penyakit jantung juga melibatkan tekanan darah yang terkontrol. Cegah tekanan darah tinggi dengan meminimalkan asupan garam paling banyak satu sendok teh per hari atau lima gram per hari.


6.       Kelola stres dengan baik

Jangan mengabaikan jika Anda dalam keadaan stres. Diketahui bahwa stres juga mengganggu kesehatan jantung. Jika Anda sudah merasa stres, luangkan waktu sejenak untuk rileks. Bisa dengan mengerjakan hobi, meditasi, atau melakukan hal yang Anda senangi.


7.       Menjaga kesehatan gigi dan mulut

Mulai sekarang, Anda juga harus memperhatikan kebersihan gigi dan mulut setiap harinya. Berdasarkan penelitian, bakteri di mulut biang penyakit gusi ternyata dapat berpindah ke aliran darah dan menyebabkan protein pemicu peradangan pembuluh darah meningkat. Kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Jadi, jangan lupa periksa gigi dan mulut yang rutin ya.


8.       Tidur yang cukup

Begadang jangan begadang kalau tiada artinya, sepenggal lirik lagu dari H. Rhoma Irama ini ada benarnya. Menurut ahli, kurang tidur bisa menyebabkan tekanan darah naik dan memicu peradangan. Bagi yang suka begadang, mulai sekarang atur pola tidur Anda dengan berusaha untuk tidur berkualitas, yaitu sekitar 8 jam setiap hari.

 

Nah, mulai sekarang lakukan 8 hal baik tersebut jika Anda menyayangi jantung Anda. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!

 

 

Senin, 15 Februari 2021

Mengapa Obat Ada yang Dikonsumsi Sebelum dan Setelah Makan?

Obat generik


Ketika berkunjung ke dokter, kamu pasti mendapatkan resep obat-obatan untuk proses pemulihan. Satu atau lebih obat-obatan yang bisa kamu tebus di apotik rumah sakit dengan jaminan asuransi kesehatan keluarga ini ada yang perlu dikonsumsi sebelum ataupun sesudah makan. Nah, pernahkah kamu bertanya-tanya apa alasan di balik ketentuan tersebut?

Ternyata, inilah alasan di balik aturan tersebut:

1.  Mengurangi efek samping seperti mual atau muntah. Dilansir dari laman NHS, obat-obatan seperti allopurinol, bromocriptine, dan madopar memiliki efek samping seperti mual atau muntah setelah dikonsumsi. Untuk itulah, mengonsumsi jenis obat-obatan ini tidak boleh dalam keadaan perut kosong.

2. Mengurangi efek samping iritasi lambung. Aspirin, diclofenac, ibuprofen, prednisolone, juga dexamethasone adalah jenis-jenis obat yang bisa kamu klaim dengan produk asuransi dalam tautan berikut https://www.allianz.co.id/produk/asuransi-kesehatan. Menurut situs NHS, obat-obatan ini pula bisa memberikan efek samping iritasi lambung semacam gangguan pencernaan ataupun radang lambung (mag). Maka dari itu, kalau kamu diharuskan mengonsumsi obat-obatan seperti ini, sebaiknya kamu menelannya bersamaan dengan segelas susu atau makanan ringan berupa biskuit.

3.   Mengobati masalah lambung. Berlainan dengan poin sebelumnya, obat-obatan jenis antacids (antasida) justru berguna untuk mencegah mulas, refluks, dan gangguan pencernaan yang umum terjadi ketika asam lambung terproduksi sewaktu makanan memasuki perut. Jadi, antasida bekerja paling efektif kalau diminum setelah atau di saat makan.

4.  Memastikan obat tidak terdorong makanan. Obat-obatan cairan seperti obat kumur untuk sariawan ataupun pembersih mulut memiliki daya tahan yang cukup sedikit. Sehingga, ketika dikonsumsi sebelum makan, obat seperti ini akan terdorong oleh makanan ke arah lambung. Pada akhirnya, manfaatnya tidak kamu dapat. Untuk itu, obat kumur harus kamu konsumsi sebelum makan.

5.  Memastikan obat terserap ke dalam aliran darah. Penderita HIV perlu mengonsumsi obat-obatan seperti ritonavir, saquinavir, dan nelfinavir untuk membantu imun tubuhnya. Nah, obat-obatan ini agak sulit terserap ke dalam aliran darah bila perut dan usus kosong. Makanya, orang yang meminumnya perlu mengonsumsinya setelah makan agar manfaatnya dapat terserap oleh darah.

6. Membantu tubuh memproses makanan. Seperti penderita HIV, penderita diabetes juga perlu mengonsumsi beberapa obat-obatan untuk mempertahankan kondisi tubuhnya. Selain insulin, penderita diabetes juga biasa mengonsumsi obat minum untuk menurunkan kadar gula darah setelah makan serta menghindari hipoglikemia. Nah, obat minum ini harus dikonsumsi beberapa saat sebelum waktu makan tiba agar fungsinya bekerja dengan tepat. Situs NHS juga menambahkan suplemen enzim, yang dapat digunakan untuk membantu panderita pankreatitis kronis, pun mesti dikonsumsi sesaat sebelum makan agar tubuh dapat memproses makanan dengan baik.

Nah, itulah dia enam penyebab kita harus konsumsi obat sebelum atau setelah makan. Ternyata, selain mengobati sakit kita, obat juga punya cara kerja yang bervariasi, ya? Semoga informasi dalam artikel ini bermanfaat untuk kamu, ya!