Senin, 27 April 2020

Sudah Tahu Cara Bayar Zakat Fitrah Saat Pandemi Virus Corona? Yuk Cek Panduannya Disini


Sudah Tahu Cara Bayar Zakat Fitrah Saat Pandemi Virus Corona? Yuk Cek Panduannya Disini

Ramadhan datang, maka kewajiban puasa dan membayar zakat sudah di depan mata. Akan tetapi adanya pandemi virus Corona yang juga mewabah di Indonesia membuat kewajiban bayar zakat fitrah menjadi hal yang perlu diperhatikan. Namun Anda boleh lega hati, pasalnya Kementerian Agama baru baru ini telah mengeluarkan edaran yang membahas tentang panduan pembayaran zakat. Yuk simak panduannya dalam ulasan ini.

Panduan Membayar dan Mengumpulkan Zakat Fitrah Saat Wabah Corona

1. Membayar Serta Mengumpulkan Zakat, Infak dan Shadaqah
Menurut surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama, umat muslim diimbau untuk membayarkan zakat dengan segera sebelum puasa Ramadhan. Hal ini bertujuan agar zakat bisa didistribusikan kepada mustahik dengan lebih cepat. Dalam surat edaran juga menghimbau bagi Organisasi Pengelola Zakat untuk sebisa mungkin meminimalkan pengumpulan zakat melalui kontak fisik, tatap muka secara langsung, dan membuka gerai di tempat ramai.

Sebagai solusinya, kegiatan pengumpulan tersebut diganti menjadi sosialisasi bayar zakat fitrah dan atau ZIS melalui layanan jemput zakat dan transfer layanan perbankan. Seperti yang diketahui jika umumnya pembayaran zakat dengan jenis fitrah akan dibayarkan dengan bahan pangan pokok seperti beras, yang bisa digantikan dengan uang dengan nilai sejumlah beras yang harus dibayarkan.

Kemudian Organisasi Pengelola Zakat ini akan berkomunikasi kepada masyarakat melalui Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) dan panitia pengumpulan zakat yang berada di lingkungan mushala, masjid, dan tempat pengumpulan zakat lainnya yang berada di lingkungan masyarakat. Namun perlu dipastikan tempat pengumpulan tersebut, harus menyediakan sarana untuk mencuci tangan dengan sabun dan tersedia tissue.

Petugas Organisasi Pengelola Zakat juga harus memastikan lingkungan tepat pengumpulan zakat telah dilakukan pembersihan dengan rutin. Khususnya pada bagian handel pintu, komputer, keyboard, saklar lampu alat pencatatan, dan fasilitas lain yang biasanya sering dipegang tangan. Dalam surat edaran juga diimbau agar petugas pengumpulan bayar zakat fitrah untuk meminimalkan kontak secara langsung, seperti berjabat tangan.

2. Penyaluran Zakat Fitrah
Kementerian Agama mengimbau kepada para petugas pengumpulan zakat yang ada di masjid atau mushala untuk menghindari penyaluran zakat kepada mustahik dengan cara tukar kupon dan mengadakan pengumpulan orang. Dalam surat edaran juga disebutkan para panitia diimbau untuk menyalurkan zakat secara langsung kepada penerima, seperti dengan cara door to door.

Agar penyaluran zakat kepada mustahik bisa berjalan dengan lancar di tengah kondisi pandemi Corona ini, maka panitia pengumpulan zakat yang ada di masjid,mushala atau pun tempat lainnya yang ada di lingkungan masyarakat diimbau untuk aktif melakukan pendataan penerima zakat. Hal tersebut dapat dilaksanakan dengan melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat atau kepala RT dan RW setempat.

3. Petugas Penyalur Zakat Menggunakan Alat Pelindung Diri
Ada baiknya saat bayar zakat fitrah maupun pengumpulan dan penyaluran zakat, panitia pengelola zakat dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri. Dimana Alat Pelindung Diri ini terdiri dari masker bedah atau N95, sarung tangan karet steril dan sekali pakai, serta pembersih sekali pakai seperti tissue. Hal tersebut berguna untuk mencegah adanya penyebaran virus Corona saat pembagian zakat.

Edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama RI merupakan langkah yang diambil untuk meminimalkan adanya penyebaran virus Corona saat melakukan kewajiban membayar zakat. Untuk Anda yang ingin membayarkan zakat secara praktis, mungkin memilih opsi transfer ke lembaga zakat adalah solusi terbaik. Dan Blibli bisa menjadi platform perantara untuk membayarkan zakat dengan aman di saat pandemi Virus Corona ini. Semoga informasi ini bisa membantu

0 komentar:

Posting Komentar